"Ada juga dari luar kota. Dari Pekanbaru ada, dari Jambi, dari Jakarta dan India," katanya.
Dia menyebut ramainya pengunjung dalam festival tersebut merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun.
"Iya, setiap tahun ramai. Termasuk tadi ada satu yang dari, kalau tidak salah, dari India. Ada juga datang," tuturnya.
Selain berbagai persembahan, dalam rangkaian acara tersebut juga terdapat patung Dewa Ta Su Yao atau Tieshou Guiwang yang menjadi salah satu bagian dari ritual.
"Itu Dewa Ta Su Yao (Tieshou Guiwang) yang pembagi persembahan," jelas Ricky.
Festival Hantu Lapar ini pun menjadi salah satu tradisi tahunan yang digelar Vihara Gunung Timur untuk memperingati leluhur sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengikuti rangkaian ritual sesuai dengan keyakinannya.