“Terorisme adalah tindakan dan pilihan individu atau kelompok yang menggunakan kekerasan, sehingga tidak boleh digeneralisasi kepada masyarakat Poso, Parigi Moutong, atau Sulawesi Tengah secara keseluruhan,” katanya.

Sofyan menilai masyarakat Sulawesi Tengah selama ini telah menunjukkan komitmen dalam menjaga perdamaian, toleransi, dan harmoni sosial.

Menurut dia, penangkapan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat deteksi dini dan upaya pencegahan berbasis masyarakat.

Koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pemerintah daerah, dan lintas sektor lainnya, kata dia, perlu terus ditingkatkan hingga tingkat desa dan keluarga.

“Pencegahan terorisme yang paling kuat adalah ketika masyarakat memiliki ketahanan, kepedulian, dan keberanian untuk menjaga lingkungan dari berkembangnya ideologi kekerasan,” katanya.