Tanoto Foundation ikut ambil peran dalam penyelenggaraan 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), serta Koalisi Nasional PAUD-HI.
Head of Policy & Advocacy, Tanoto Foundation, Eddy Henry mengatakan bahwa investasi pada anak usia dini memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan.
"Filantropi dapat melengkapi upaya pemerintah dengan mendukung penyediaan bukti, inovasi, dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan untuk menerjemahkan pendekatan yang terbukti efektif menjadi perbaikan yang berkelanjutan. Kami menyambut baik kesempatan untuk belajar bersama pemerintah dan para mitra di Asia Pasifik dalam forum ini," ujar Eddy Henry.
Gelaran ini sejalan dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, yang bahwa menyampaikan Kemendikdasmen sedang berupaya membangun koalisi yang kuat untuk anak-anak Indonesia.
Salah satunya, lewat penerapan wajib belajar satu tahun pendidikan anak usia dini (PAUD), yang selaras dengan prioritas nasional Wajib Belajar 13 Tahun.
"Program prioritas kementerian juga mencakup revitalisasi sekolah dan satuan PAUD untuk memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman dan memadai, serta perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) agar dapat menjangkau anak-anak di tingkat prasekolah," sambung Suharti saat memberikan sambutan.
Sementara, Widyaprada Ahli Utama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD, Kemendikdasmen, Harris Iskandar menyoroti pentingnya pendanaan yang berkelanjutan dan tanggung jawab bersama.
"Memastikan akses yang merata terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas membutuhkan pendanaan berkelanjutan dan tanggung jawab bersama. Pendanaan untuk anak usia dini seharusnya dilihat bukan sebagai sebuah pengeluaran tapi sebagai sebuah investasi bagi suatu negara"," ujar Harris.
Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Adriany pada forum ini juga memaparkan sejumlah prioritas untuk memperkuat sistem pengasuhan dan PAUD di Asia Tenggara.
Prioritas tersebut mencerminkan kontribusi SEAMEO CECCEP dalam mendorong implementasi 'ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on ECCE' melalui penelitian dan pengembangan, penguatan kapasitas, serta kemitraan regional.