"Yang penting itu ada edaran dari pimpinan kita, mungkin Pak Camat, dari DPMD Kabupaten, seperti itu," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan warga asal Komunitas NTT Zakarias Feoh mengapresiasi ruang dialog yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat NTT untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat hubungan dengan kelompok masyarakat lain.
"Kami merasa dihargai, diberi tempat, waktu dan ruang untuk mengungkapkan isi hati maupun keberadaan kami. Kami juga diberi kesempatan untuk berkarier, bekerja, membangun rumah tangga dan sebagainya," ujarnya.
Ia berharap forum komunikasi seperti FPK dapat terus dikembangkan agar masyarakat dari berbagai latar belakang memiliki ruang untuk berinteraksi, menyelesaikan persoalan secara damai dan turut berpartisipasi dalam menjaga kerukunan serta memajukan pembangunan Kabupaten Bekasi.