Melalui aksi ini, Greenpeace ingin menyoroti dampak krisis iklim terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari cuaca ekstrem, bencana ekologis, hingga kenaikan harga pangan dan beban ekonomi kelompok rentan.

Spanduk kuning berukuran besar yang terbentang di atas monumen langsung menarik perhatian masyarakat. Foto dan videonya kemudian menyebar melalui berbagai platform media sosial, termasuk X, Instagram, TikTok, dan WhatsApp.

Besarnya perhatian publik juga terlihat dari Google Trends. Seperti diberitakan NadiKabar, pencarian kata kunci "Greenpeace" di Google melonjak hingga 5.000% dalam kurun 24 jam setelah aksi tersebut.

Tak hanya itu, sebanyak 13 kata kunci terkait Greenpeace masuk kategori Breakout di Google Trends. Istilah ini menunjukkan lonjakan popularitas pencarian yang sangat tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Beberapa kata kunci yang banyak dicari warganet antara lain "Bundaran HI", "Greenpeace adalah", "Greenpeace banner", "Apa itu Greenpeace", "aktivis Greenpeace", hingga "demo hari ini".

Rupanya, perhatian warganet tidak berhenti di media sosial dan mesin pencari Google. Sejumlah pengguna juga mengunggah dokumentasi aksi Greenpeace ke halaman lokasi Bundaran HI di Google Maps.

Berbeda dengan media sosial yang mengandalkan linimasa, foto di Google Maps terhubung langsung dengan lokasi peristiwa. Dengan demikian, pengguna yang mencari Bundaran HI juga berpotensi menemukan dokumentasi aksi tersebut.