Unggahan tersebut menyebutkan bahwa viper itu sangat berbisa, panjangnya sekitar 1,2 hingga 1,5 meter dan bukan merupakan hewan asli Amerika Utara.

Sang tetangga, Andrea Vasquez, mengatakan Ciprian datang dengan panik dan memperingatkan mereka tentang apa yang dilihatnya. "Dia datang ke pintu kami, dengan wajah memerah, sangat pucat, dan sangat ketakutan, seperti baru saja melihat hantu, anjing-anjingnya yang pertama kali melihat ular itu," ungkapnya.

Beberapa orang tidak mempercayai Ciprian, dan menyebut fotonya sebagai hasil buatan AI. "Saya harap itu (memang buatan) AI. Ular itu ada di halaman belakang saya, dan itu menakutkan," imbuhnya dikutip NadiKabar dari CBS.

Para petugas sempat menganalisis foto tersebut melalui sebuah sistem deteksi AI dan hasilnya menunjukkan bahwa foto itu asli. Namun, media CBS LA kemudian menandai bahwa foto tersebut kemungkinan merupakan hasil buatan AI.

Polisi menyatakan pencarian menyeluruh terhadap ular tersebut dilakukan, dan tidak ditemukan adanya bukti bahwa ular yang sesuai dengan deskripsi yang diberikan pernah berada di area tersebut.