Peningkatan tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan produksi Freeport setelah insiden longsoran material basah pada September 2025. Insiden tersebut membuat tingkat produksi tambang perusahaan pada 2026 masih berada di bawah kapasitas normal.
"Di tahun 2028 dan seterusnya, itu tembaga akan bisa mencapai 1,6 miliar pound dan juga untuk emasnya bisa 1,3 juta ounces atau sekitar 39 sampai 40 ton dan begitu pun seterusnya. Kenaikan tingkat produksi ini sejalan dengan pemulihan GBC yang terkena longsor di tahun yang lalu," jelas Tony.
Tahun ini PTFI memproyeksikan penambangan sekitar 124 ribu ton bijih per hari. Angka tersebut baru sekitar 65% dari kapasitas normal perusahaan yang berada di kisaran 200 ribu ton bijih per hari.