Pada 2027, volume penambangan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 170 ribu ton bijih per hari. Produksi kemudian diproyeksikan mendekati kapasitas penuh pada 2028 dengan mencapai sekitar 208 ribu ton bijih per hari.

Pemulihan produksi juga berdampak terhadap operasional smelter Manyar Freeport di Gresik. Smelter tersebut sempat berhenti beroperasi setelah longsor karena pasokan konsentrat yang tersedia hanya mencukupi kebutuhan PT Smelting.

"Baru di bulan Agustus yang lalu, feeding-nya ke smelter baru Freeport Indonesia itu mulai, dan mulai bisa diproduksi di bulan September ini dengan sekitar 5 ribu ton katoda tembaga. Dan kalau kita lihat di bulan Oktober, yang 35 ribu ton itu adalah produksi katodat tembaga dari smelter yang baru," jelas Tony.