Teleskop yang mampu berputar dengan cepat ke arah peristiwa ledakan antariksa ini telah membantu para ilmuwan menemukan lebih dari 2.000 semburan sinar gamma dan 1.400 bintang yang meledak, belum termasuk sejumlah komet, asteroid, dan lubang hitam yang menghancurkan bintang.
NASA mengatakan Swift merupakan wahana antariksa yang memberi sinyal pertama ke teleskop Hubble dan Webb, serta teleskop lainnya. Dari sinyal tersebut, teleskop-teleskop ini kemudian mengikuti peringatannya dan melakukan investigasi yang lebih mendalam.
Para ilmuwan kini tengah mencari cara untuk mencari pengganti teleskop Swift.
"Dengan tulus, harapan kami adalah bahwa pelajaran yang dipetik dari keberhasilan Swift ini dapat diterapkan pada generasi baru misi luar angkasa untuk mempercepat penemuan kita tentang alam semesta," kata Nousek.