"Bagi sebagian pengguna Galaxy A yang ingin meningkatkan pengalaman mereka, Galaxy S26 FE dapat menjadi salah satu pilihan untuk naik ke ekosistem Galaxy S," lanjut Harry.

Indonesia sendiri disebut Samsung sebagai salah satu pasar strategisnya di Asia Tenggara. Harry melihat konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap inovasi, tetapi pada saat bersamaan semakin kritis dalam mempertimbangkan value sebuah smartphone.

Konsumen tidak hanya melihat spesifikasi di atas kertas, tetapi juga bagaimana ponsel dapat digunakan untuk bekerja, berkreasi, menikmati hiburan, dan menunjang aktivitas sehari-hari.

Karena itu, Samsung mengatakan keberhasilan Galaxy S26 FE tidak hanya diukur dari pencapaian saat peluncuran. Penerimaan pasar, penggunaan fitur, hingga kemampuan perangkat untuk tetap relevan dalam jangka panjang turut menjadi tolok ukur.

Jika harus mendefinisikan posisi Galaxy S26 FE dalam satu kalimat, Harry menyebutnya sebagai "complete flagship experience".

"Galaxy S26 FE adalah complete flagship experience karena menghadirkan kekuatan utama Galaxy S, kamera, Galaxy AI, performa, dan pengalaman penggunaan dalam satu perangkat yang membuka akses terhadap inovasi tersebut bagi lebih banyak konsumen," pungkas Harry.