"Titik antipoda dari suatu lokasi di Bumi dihitung dengan membalik nilai garis lintang dan menggeser nilai garis bujur sebesar 180 derajat: garis lintang berubah menjadi negatifnya, sedangkan garis bujur digeser 180° dan dinormalisasi kembali ke dalam rentang -180° hingga 180°," jelas Krpelan.
"Hal yang menarik justru terletak pada aspek-aspek di seputar perhitungan tersebut. ThroughEarth juga meninjau kondisi geografis di sekitar kedua titik itu dan menentukan apakah lokasi lawannya berupa daratan atau lautan. Inilah yang memungkinkan kita mengetahui fakta bahwa hanya sekitar 15 persen daratan di dunia yang memiliki daratan lain tepat di sisi seberangnya," lanjutnya.
Bisakah kita suatu saat nanti melakukan perjalanan menembus bagian dalam Bumi? Kemungkinan besar tidak.
Lubang terdalam yang pernah dibor oleh manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia. Dengan kedalaman yang tergolong sangat dangkal, hanya 12.263 meter. Angka ini bahkan tidak sampai 0,2% dari jarak menuju inti Bumi, apalagi jarak untuk menembus hingga ke sisi seberangnya.
Kita mungkin tidak akan pernah bisa mencapai pusat Bumi secara langsung. Untungnya nih, ada ThroughEarth yang menghindarkan kita dari perjalanan berat yang penuh dengan suhu serta tekanan ekstrem untuk mencari jawaban random yang ada di otak kita ini.