Dia berpandangan bahwa perkembangan jumlah dan kapasitas kapal harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas, kekuatan, serta konektivitas dermaga.
"Prinsipnya sederhana, kapalnya tersedia, dermaganya juga harus siap, jangan sampai perkembangan sarana transportasi jauh meninggalkan prasarananya," kata dia lagi.
Khoiri juga menyebutkan solusi Ketapang-Gilimanuk harus berjalan pada tiga horizon sekaligus, yakni jangka pendek untuk menjaga kelancaran operasi, jangka menengah untuk menambah kapasitas dermaga, dan jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan.
"Kondisi yang sudah kembali lancar ini harus kita jaga bersama, jangan berhenti karena antrean sudah berkurang, justru sekarang waktunya melakukan pembenahan agar pada Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, angkutan Lebaran, maupun peningkatan demand di masa mendatang, kita jauh lebih siap," kata dia.