Ia menyampaikan, Gapki belum mengusulkan angka tertentu untuk besaran biaya layanan tersebut. Namun, ia mengatakan telah menyampaikan kepada pemerintah agar kebijakan biaya tersebut tidak memberatkan pelaku usaha.
Selain persoalan biaya, Eddy menilai, kelancaran mekanisme ekspor juga perlu diperhatikan mengingat karakteristik minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang tidak dapat disimpan terlalu lama.
Ia menjelaskan, kapasitas tangki penyimpanan di perkebunan juga terbatas, sementara CPO membutuhkan pemanasan selama penyimpanan. Pemanasan terlalu lama dapat mempengaruhi kualitas minyak sawit.
Oleh sebab itu, dia berharap penerapan mekanisme ekspor melalui DSI tidak menimbulkan hambatan tambahan bagi eksportir sawit.