Pembaruan tersebut memperluas fungsi smartwatch sebagai perangkat pemantau aktivitas sekaligus alat untuk mengevaluasi perkembangan kebugaran.

Untuk mendukung aktivitas luar ruang, fenix 9 membawa pembaruan pada sistem navigasi berbasis peta. Garmin menyebut kapasitas RAM perangkat ini meningkat 50% dibandingkan fenix 8, sementara pemrosesan peta diklaim hingga 30% lebih cepat.

Fitur Perspective View turut diperkenalkan untuk membantu pengguna melihat detail medan di sekitar jalur perjalanan, termasuk area yang berada lebih jauh di depan. Dengan demikian, informasi peta dapat digunakan untuk mendukung perencanaan rute ketika berlari di jalur baru, bersepeda, maupun mendaki.

Perangkat ini memiliki penyimpanan internal 64 GB yang dapat digunakan untuk menyimpan peta dan musik. Garmin menyebut kapasitas tersebut memungkinkan pengguna menyimpan hingga 7.000 lagu, sehingga aktivitas olahraga dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa selalu bergantung pada smartphone.

Dari sisi layar, Garmin menyatakan panel AMOLED pada seri fenix 9 memiliki tingkat kecerahan dua kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat ini juga menggunakan lensa safir tahan gores, tombol tahan air, serta memiliki sertifikasi penyelaman hingga kedalaman 40 meter.

Garmin fenix 9 Pro membawa sejumlah pembaruan tambahan, termasuk penggunaan casing titanium pada desainnya. Material ini ditujukan untuk memberikan kombinasi ketangguhan dan bobot yang relatif ringan untuk penggunaan sehari-hari maupun aktivitas luar ruang.

Layar AMOLED pada fēnix 9 Pro diklaim memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits. Khusus varian 51 mm, perangkat ini menggunakan layar AMOLED berukuran 1,5 inci dengan area tampilan 15% lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya, tanpa menambah dimensi casing.