Upaya menjaga kondisi pesawat dilakukan sejak armada berada di area yang berpotensi terdampak. Berkoordinasi dengan pengelola bandara, Garuda Indonesia melakukan tindakan perlindungan melalui pemasangan penutup pada mesin, saluran masuk udara, sensor, dan komponen lainnya sesuai instruksi pabrikan.
Langkah perlindungan, pemeriksaan, pembersihan, dan perawatan tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam memastikan kesiapan armada. Bersamaan dengan proses ini, Garuda Indonesia terus memantau informasi keselamatan penerbangan dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, serta pihak terkait untuk mendukung pemulihan operasional secara bertahap.
"Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami dan landasan setiap keputusan operasional. Kami memahami bahwa penyesuaian penerbangan turut memengaruhi rencana dan waktu berharga para penumpang. Kepercayaan yang diberikan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan kesiapan pesawat dan layanan, agar setiap perjalanan dapat kembali berlanjut dengan aman dan nyaman," tutup Mukhtaris.
Lihat juga Video Imbas Erupsi Anak Krakatau! 2 Pesawat Garuda Mendarat di Kertajati