"Meningkatnya pendapatan bisnis non-penerbangan mencerminkan potensi pengembangan kapabilitas dan sinergi antarentitas usaha yang terus kami optimalkan sebagai bagian dari transformasi, guna memperkuat ketahanan bisnis dan mendukung pemulihan kinerja keuangan secara berkelanjutan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, pendapatan non-penerbangan tumbuh 31,3%, ditopang kenaikan pendapatan pemeliharaan pesawat dari pelanggan eksternal GMF AeroAsia sebesar 42,4%. Selain itu, pendapatan dari layanan agen perjalanan juga melonjak 76,1%.

"Keberlanjutan pertumbuhan Garuda Indonesia memerlukan fondasi bisnis penerbangan yang semakin kuat, sekaligus kontribusi yang lebih besar dari seluruh ekosistem usaha Grup," ujar Thomas.

Hingga September 2026, Grup Garuda Indonesia memiliki 106 pesawat yang siap beroperasi, mencakup 64 pesawat Garuda Indonesia dan 42 pesawat Citilink. Jumlah ini bertambah 24 pesawat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 82 pesawat.