Bertambahnya armada mendorong kenaikan jumlah penumpang Grup menjadi 16,7 juta orang selama sembilan bulan pertama 2026, dari 15,6 juta penumpang pada periode yang sama tahun lalu. Garuda Indonesia juga melayani sekitar 7,7 juta penumpang, sedangkan Citilink mengangkut sekitar 8,9 juta penumpang.

Sejalan dengan itu, frekuensi penerbangan Grup meningkat 7,9% secara tahunan menjadi 117.868 penerbangan, dibandingkan 109.259 penerbangan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP) Grup yang mencapai 92,01%, naik 5,86 poin persentase dari 86,15% pada periode yang sama tahun lalu.

Frekuensi penerbangan Grup juga meningkat 7,9% secara tahunan menjadi 117.868 penerbangan, dibandingkan 109.259 penerbangan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pemulihan ketersediaan armada merupakan bagian penting dari transformasi kami. Namun, penambahan kapasitas saja tidak cukup. Setiap pesawat perlu dioperasikan secara lebih produktif, setiap rute harus dapat berkontribusi terhadap jaringan penerbangan yang semakin efisien, dan pelanggan perlu merasakan perbaikan nyata dalam keandalan serta kualitas layanan. Inilah yang terus kami dorong agar kemajuan operasional dapat memberikan nilai tambah yang lebih optimal bagi bisnis maupun pelanggan," jelas Thomas.