Pada kasus The Walkie-Talkie, bentuk melengkung fasad bagian selatan bangunan membuat pantulan cahaya Matahari terkonsentrasi di beberapa titik jalan di sekitarnya. Akibatnya, intensitas energi panas yang diterima area tersebut meningkat jauh dibandingkan paparan sinar Matahari langsung.

Arsitek bangunan tersebut, Rafael Vinoly, mengakui bahwa persoalan pantulan sinar Matahari sebenarnya sudah pernah diperkirakan. "Saya tahu ini akan terjadi," ujarnya dalam wawancara dengan The Guardian pada 2013.

Vinoly menjelaskan bahwa desain awal bangunan sebenarnya dilengkapi sun louvres atau kisi-kisi peneduh horizontal pada bagian fasad yang menghadap selatan. Namun, elemen tersebut diduga dihilangkan selama proses pengembangan proyek karena pertimbangan pemangkasan biaya.

Ia juga mengakui bahwa perkiraan awal suhu yang dihasilkan pantulan cahaya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Saat hal ini terdeteksi pada iterasi desain kedua, kami memperkirakan suhunya akan mencapai sekitar 36 derajat. Namun, ternyata suhunya lebih mendekati 72 derajat," kata Vinoly.

Fenomena tersebut kemudian diteliti lebih lanjut oleh tim ilmuwan melalui simulasi komputer. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Building Performance Simulation pada 2017 itu menganalisis bagaimana sinar Matahari dipantulkan oleh permukaan cekung gedung dan menghasilkan konsentrasi panas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa panas yang terkumpul di titik tertentu memang cukup tinggi untuk merusak komponen kendaraan.