"Ditemukan melalui simulasi bahwa kaca spion samping mobil secara efektif dapat meleleh akibat paparan titik panas tersebut, dengan suhu yang jauh melampaui titik leleh plastik selama periode hingga satu jam," kata para ilmuwan dalam penelitian tersebut.

Tim peneliti juga menemukan bahwa fluks panas atau laju energi panas yang diterima suatu permukaan di titik konsentrasi cahaya mencapai 10-15 kali lebih besar dibandingkan radiasi Matahari langsung.

"Studi ini menguatkan hipotesis bahwa fasad selatan gedung Walkie-Talkie yang berbentuk cekung dapat menyebabkan melelehnya bagian plastik mobil yang diparkir di permukaan jalan tepat di seberang bangunan," demikian kesimpulan para peneliti.

Bahkan, berdasarkan hasil simulasi, fluks panas di lokasi tersebut dapat melampaui 4.100 watt per meter persegi. Setelah berbagai insiden terjadi, pengelola gedung melakukan langkah penanganan. Awalnya, sebuah struktur penutup sementara dipasang untuk menghalangi pantulan sinar Matahari yang terkonsentrasi ke jalan.

Solusi permanen kemudian diterapkan pada 2014 dengan memasang brise soleil atau sirip peneduh aluminium pada bagian fasad bangunan. Kasus The Walkie-Talkie menjadi contoh bahwa desain bangunan tidak hanya harus mempertimbangkan kekuatan struktur, estetika, dan efisiensi energi.

Interaksi antara material bangunan, bentuk permukaan, serta posisi Matahari juga perlu diperhitungkan. Sebab, pantulan cahaya yang terlihat biasa saja dari sebuah gedung ternyata bisa berubah menjadi sumber panas ekstrem ketika terkonsentrasi pada satu titik.