NADIKABAR.COM — Viral puluhan bungkusan kain kafan mirip pocong bayi berserakan di wilayah Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah. Saat kain kafan dibuka, terlihat benda menyerupai tulang belulang.

Ketua RW 21, Kelurahan Rejowinangun Utara, Lukisno, menerima laporan dari warga pada Sabtu (19/10) sekitar 22.00 WIB. Lokasi penemuan tersebut berada di halaman masjid tempat pembuangan tanah uruk.

"Di halaman masjid itu menerima buangan brongkalan sisa-sisa bangunan (tanah uruk). Karena di situ tanahnya legok atau miring, lha menerima buangan. Ada beberapa mobil yang membuang di situ, terus setelah ada pembuangan itu ada warga kami yang mencari rongsok," kata Lukisno saat ditemui di rumahnya, dilansir NadiKabar, Selasa (20/10/2026).

Lukisno mengatakan salah satu warga menemukan bungkusan yang menyerupai pocong. Bungkusan itu berupa kafan terus diikat pakai mori.

"Kita orang awam tidak berani membuka, takut. Waktu dilapori saya posisi di Alon-alon, sekitar jam 23.00 WIB, saya pulang ke TKP. Saya lihat-lihat betul ada bungkusan yang menyerupai pocong dibungkus kafan yang jumlahnya banyak sekali. Tadi (hari ini) yang dikumpulkan lebih dari 20," sambungnya.

Karena tidak berani membukanya, warga melaporkan kejadian itu kepada petugas. Kemudian, dari Polres Magelang Kota maupun Polsek Magelang Tengah tiba di lokasi kejadian.

"Kan kafan dicurigai manusia atau bayi. Bungkusan kecil-kecil seukuran bayi. Setelah polisi datang melakukan pemeriksaan (TKP) terus pasang police line. Waktu itu, polisi belum bisa memberikan penjelasan kalau itu bangkai apa dan polisi membawa sampel dua bungkus kafan," tambahnya.

Kemudian pada hari ini, Selasa (20/10), sekitar pukul 08.20 WIB, dihadiri dokter, Kapolres Magelang Kota, Kapolsek Magelang Tengah, dari kecamatan, kelurahan, dan lainnya.

"Tadi dari dokter forensik dokumentasi tentang bungkusan-bungkusan itu. Dijelaskan dari tulang kepala, tulang kaki, terus tulang-tulang lainnya dipastikan itu bukan tulang manusia. Itu dipastikan bahwa sejenis tulang hewan sejenis kucing atau anjing," ujar Lukisno.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi mengatakan menindaklanjuti adanya laporan penemuan tulang dan kain bungkus mori. Tulang-tulang itu akan dikuburkan agar warga tidak resah.

"Jadi tidak ada satupun indikasi tulang manusia. Adapun sumbernya dari tanah urukan yang dibuang di Canguk. Tulang-tulang ini akan kita kubur agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Dikri.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Arso Pranindyo Utomo, M.Biomed, Sp.FM, dari RSUD Tidar mengatakan dia sudah melakukan autopsi atau pemeriksaan terhadap tulang-tulang dan kulit yang ditemukan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, saya tadi mendapatkan mulai dari tulang rahang bawang ukuran kecil dan gigi tajamnya. Ini sangat amat tidak mungkin adalah rahang milik manusia," kata Arso.