Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, pembangunan perumahan, penguatan koperasi, pemberdayaan UMKM, pembangunan desa serta hilirisasi sumber daya alam.
Program MBG, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, ibu hamil, dan balita. Program tersebut juga membangun ekosistem ekonomi melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, UMKM, dan pelaku ekonomi lokal.
Pemerintah menargetkan program MBG menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada 2026.
"Kalau kesejahteraan hanya diukur dari pertumbuhan angka ekonomi, kita kehilangan makna konstitusi. Kesejahteraan harus terasa dalam kehidupan sehari-hari: anak bisa makan bergizi, keluarga mendapatkan layanan kesehatan, petani mempunyai pasar, nelayan mempunyai daya tawar, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya," ujar Nikson.
Ia juga menyoroti pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat. Koperasi tersebut diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk penyediaan kebutuhan pokok, akses pembiayaan, gudang, rantai dingin, serta pemasaran hasil produksi masyarakat.