"Kita bisa membayangkan mengapa ini dilakukan. Ini dilakukan karena pasar Indonesia yang sangat besar. Pasar kita itu luar biasa besar, menggiurkan untuk seluruh pemain dunia di berbagai macam barang. Karena itu kita harus melindungi pasar kita," tegas Suahasil.

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyebut kasus impor beras secara ilegal sudah beberapa kali ditemukan. Amran menyebut kasus ini keterlaluan karena akan merugikan masyarakat, terutama petani.

"Ini kejadian yang ketiga kalinya, yang pertama dulu di Sabang, 200 ton. Kemudian Batam, 1.000 ton. Kemudian masuk Surabaya, kemudian Semarang, ini sudah masuk Jakarta. Ini sudah sangat keterlaluan," ujar Amran.

Amran menilai kasus ini tidak hanya dilihat berdasarkan jumlah barang yang masuk. Ia mencontohkan masuknya produk ilegal dalam jumlah kecil tetap dapat menimbulkan kerugian besar jika membawa penyakit.