Lalu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim yang menyebut masih mendalami amar putusan MK terkait syarat pendidikan Gibran itu.

Ia mengaku saat ini juga NasDem tengah meminta masukan dari semua pengurus di daerah.

"Kita sedang mengumpulkan pendapat-pendapat dari DPW, lalu kita akan diskusikan ditingkat pusat," kata Hermawi.

Selain Gibran, isu ini juga bersamaan dengan isu keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang juga ayah Gibran.

Bonatua Silalahi yang juga merupakan salah satu pemohon di perkara ijazah Gibran, kini mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait ijazah Jokowi.

Bonatua mempersoalkan legalisir ijazah Jokowi dari pencalonan wali kota Solo hingga Pilpres. Dalam perkara ini, Bonatua menggugat KPU RI, KPU Provinsi DKI Jakarta, KPU Kota Surakarta, Bawaslu RI, Bawaslu DKI JakartaBawaslu Kota Surakarta, mantan Dekan Fakultas Kehutanan UGM Muhammad Na'iem dan Budiadi serta Rektor Universitas Gadjah Mada.

Bonatua mengatakan gugatannya itu dijadwalkan agenda putusan sela pada 11 November mendatang.

Ini bukan pertama kali Bonatua mempersoalkan ijazah Jokowi. Ia pernah mengajukan sengketa informasi publik ke Komisi Informasi Pusat (KIP).

Pada Februari lalu, KIP memutuskan salinan ijazah Jokowi dalam pencalonan Pilpres 2014 dan 2019 merupakan informasi terbuka. Bonatua pun mendapat salinan ijazah Jokowi.

Sebelumnya diberitakan Jokowi menduga ada gerakan politik untuk menyudutkan keluarganya di balik polemik ijazah yang dihadapinya dan Gibran. Pasalnya, setelah isu ijazah menyeret namanya, kini Gibran juga harus menghadapi polemik serupa.

"Kan sudah saya sampaikan sejak awal ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi ramai lagi," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10).

Jokowi mengatakan polemik terkait ijazah sengaja dilontarkan untuk merusak reputasi politiknya dan juga Gibran.

"Sekali lagi, ini operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang," kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengklaim dirinya tidak terlalu mempersoalkan berbagai tudingan yang dialamatkan kepada keluarganya.

"Buat saya ya biasa saja," kata dia.