NADIKABAR.COM — Lembaga pengelola investasi milik Pemerintah Singapura, GIC Private Limited dan Temasek, membantah tudingan mereka menekan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan kasta bursa saham Indonesia.

Bantahan kedua perusahaan tersebut merespons unggahan Instagram mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi baru-baru ini.

Dalam unggahannya, Lutfi mengklaim GIC dan Temasek menjadi dalang di balik skema untuk sengaja menekan harga saham di Indonesia.

"Tuduhan terhadap GIC dan staf kami tidak benar," ujar juru bicara GIC dalam sebuah pernyataan, Rabu (21/10), dikutip dari CNA.

Selanjutnya, GIC menjelaskan keputusan investasi mereka sama sekali tidak digerakkan oleh klasifikasi indeks maupun pandangan makro (top-down) terhadap suatu pasar tertentu.

Sebaliknya, perusahaan menyatakan selalu berfokus pada analisis fundamental di tingkat perusahaan maupun pada aset investasi itu sendiri.

"Kami telah berinvestasi di Indonesia selama lebih dari 30 tahun di berbagai kelas aset dan akan terus menanamkan modal di mana pun kami menemukan peluang fundamental yang baik dan terukur risikonya," kata GIC.