Imbas dari pengumuman tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok parah hingga 16 persen.
IHSG kemudian sedikit pulih dan diperdagangkan di kisaran 5.300 poin, meski posisi tersebut masih terhitung anjlok sekitar 9 persen dari level sebelum pengumuman MSCI keluar.
Terkait status standalone market, MSCI menjelaskan klasifikasi ini pada dasarnya terbagi ke dalam dua kelompok utama.
Kelompok tersebut adalah pasar yang baru memenuhi syarat klasifikasi, serta pasar yang sebelumnya sudah masuk dalam kategori developed, emerging, atau frontier.
"Reklasifikasi menjadi status standalone dapat terjadi apabila ada kemerosotan parah dalam aksesibilitas pasar, atau pada ukuran dan likuiditas pasar," tulis keterangan di situs tersebut.
Saat ini, beberapa negara yang bursa sahamnya menyandang status standalone di antaranya adalah Argentina, Lebanon, Ukraina, dan Jamaika.