Indra juga mengaku belum menerima konfirmasi dari Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner/UBO), yakni Haji Isam, terkait aksi korporasi tersebut. Ia juga memastikan, rumor tersebut tidak mempengaruhi pergerakan harga saham JARR.

"Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, Perseroan belum menerima konfirmasi ataupun pemberitahuan resmi dari Pemegang Saham Pengendali maupun Pemilik Penerima Manfaat (Ultimate Beneficial Owner) terkait adanya rencana ataupun Informasi/Fakta Material mengenai akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," pungkasnya.

Sebelumnya, manajemen BYAN juga mengaku belum mengetahui informasi terkait aksi korporasi Jhonlin Grup. Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN tetap membuka peluang investasi.