"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut. Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Rabu (19/8).

Jenny menegaskan, manajemen tidak memiliki terkait pihak yang terlibat atau struktur transaksi dari kabar akuisisi tersebut. Begitu juga dengan porsi saham yang dikabarkan akan dibeli Jhonlin Grup, manajemen BYAN mengaku tidak mendapat informasi tersebut.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut," tegasnya.