NADIKABAR.COM — Salah satu gletser terbesar di dunia mencair jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya dan berpotensi menyumbang kenaikan muka laut global hingga dua kali lipat dari proyeksi terdahulu pada akhir abad ini.

Penelitian terbaru yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Nature Communications mendapati bahwa Gletser Thwaites di Antartika kehilangan massa es dengan cepat akibat dorongan air laut hangat yang meresap hingga beberapa kilometer ke bawah gletser dan mencairkan es dari bagian bawah.

Para peneliti memperkirakan proses itu dapat membuat Gletser Thwaites menyumbang kenaikan permukaan laut global hingga 30 milimeter atau 1,2 inci pada 2100, bahkan tanpa pemanasan tambahan di luar kondisi yang terjadi belakangan ini.

Dalam model lapisan es konvensional sebelumnya, para ilmuwan memperkirakan kontribusi Gletser Thwaites terhadap kenaikan muka laut global hingga 2100 sekitar 15 milimeter atau 0,6 inci.

Gletser Thwaites dijuluki Gletser Kiamat karena potensi dampak serius jika runtuh. Gletser ini mencakup area sekitar 192.000 kilometer persegi di Antartika Barat, kurang lebih seluas Senegal dan lebih besar daripada negara bagian Florida di Amerika Serikat.

Gletser tersebut merupakan bagian dari Lapisan Es Antartika Barat yang jauh lebih luas. Bersama gletser lain, termasuk Gletser Pine Island, Thwaites berfungsi sebagai penahan yang membatasi aliran es dalam jumlah besar dari daratan menuju laut.