Saat ini, Gletser Thwaites menyumbang sekitar 4 persen dari kenaikan muka laut global. Sejak 2000, gletser itu telah kehilangan lebih dari 1 triliun ton es, dengan kehilangan yang terus berlangsung sekitar 50 miliar ton setiap tahun.
Para ilmuwan telah memantau gletser tersebut secara saksama sejak menemukan pada 1980-an bahwa keberadaan es di wilayah tersebut mengalami kemunduran dengan cepat.
Air laut hangat yang mengalir ke bawah lapisan es dinilai menjadi salah satu faktor utama. Perubahan iklim akibat aktivitas manusia, terutama pemanasan yang berkaitan dengan emisi bahan bakar fosil, meningkatkan suhu laut dan memperbesar tekanan terhadap gletser di berbagai belahan dunia.
Penelitian terbaru itu berfokus pada zona landasan (grounding zone) Thwaites, yakni wilayah tempat es yang semula bertumpu pada dasar batuan mulai mengapung di atas laut.
Model sebelumnya kerap memperlakukan garis landasan (grounding line) sebagai batas tetap. Namun, para peneliti dalam studi terbaru memodelkan zona yang lebih luas, tempat pasang surut berulang kali mengangkat dan menurunkan lapisan es sehingga air laut hangat dapat meresap lebih jauh ke bawahnya.