Penulis utama penelitian, Mattia Poinelli, ilmuwan proyek di University of California, Los Angeles (UCLA), mengatakan proses yang disebut pemompaan pasang surut (tidal pumping) memungkinkan air hangat menjangkau bagian bawah es yang jauh lebih dalam dan memicu pencairan intensif.

Pemodelan baru tersebut juga menimbulkan kekhawatiran bahwa Gletser Thwaites dapat kehilangan kontak dengan Punggung Mouginot, struktur bawah laut yang saat ini membantu menahan pergerakan gletser.

Simulasi yang sesuai dengan pengamatan terbaru menunjukkan peluang sekitar 60 persen bahwa gletser tersebut akan terlepas dari punggung bawah laut itu pada 2100, bahkan berpotensi terjadi sejak akhir 2030-an.

Para peneliti memperingatkan bahwa perubahan tersebut dapat mempercepat kemunduran gletser dan meningkatkan risiko kenaikan muka laut serta banjir bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia, melebihi perkiraan sebelumnya.

Penerjemah: Primayanti