Hans menjelaskan, pendapatan bersih GOTO tumbuh 17% secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,6 triliun pada kuartal III-2026. Sementara itu, nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) inti meningkat 89% yoy menjadi Rp194 triliun.

"Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuhpertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan," tambahnya.

Ia menjelaskan, GOTO telah membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7% dari total saham perseroan. Langkah ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan ditujukan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.