Hans menyebut pembatalan saham tresuri akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada. Selain itu, perseroan akan melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) karena menilai saham GOTO saat ini dianggap menarik.

Hingga 29 Oktober 2026, GOTO telah mengalokasikan dana Rp 985 miliar untuk buyback 36 miliar saham. Adapun saat ini, GOTO memiliki alokasi dana sebesar Rp 2,5 triliun untuk periode buyback hingga Juni 2027.

"Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver," pungkasnya.