Dari sisi pengeluaran, belanja daerah direncanakan sebesar Rp4,021 triliun. Komposisi belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp2,87 triliun (71,42 persen), belanja modal Rp437,30 miliar (10,87 persen), belanja transfer Rp680,15 miliar, serta belanja tidak terduga Rp31,73 miliar.
Di sisi lain, potensi defisit anggaran sebesar Rp68,45 miliar rencananya akan ditutup menggunakan sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) Tahun 2026 yang diperkirakan mencapai Rp68,60 miliar.
Gubernur menyampaikan, meski ada sedikit kenaikan pendapatan, postur RAPBD 2027 tetap mengedepankan prinsip efisiensi, mengingat kapasitas fiskal daerah belum sepenuhnya pulih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kita masih dalam kondisi efisiensi. Dulu APBD kita sempat menyentuh angka Rp5 triliun lebih, sedangkan saat ini berada di kisaran Rp4 triliun. Oleh karena itu, pembahasan bersama legislatif diharapkan melahirkan anggaran yang tepat sasaran, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jambi," katanya.