Pertemuan tersebut berlangsung di tengah operasi militer Israel terus berlanjut di Quneitra, termasuk penggerebekan, penggeledahan, penahanan, dan pendirian pos pemeriksaan militer sementara.

Laporan PBB yang diterbitkan pada 23 September mendokumentasikan pelanggaran berkelanjutan terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974, termasuk keberadaan dan aktivitas militer Israel di zona pemisahan.

Menurut laporan itu, hingga 12 Agustus, pasukan Israel masih berada di 11 posisi di sisi Suriah dalam zona pemisahan tersebut.