"Kemudian juga orang-orang di bandara juga saat ini juga sudah melakukan paper test daripada volcanic ash-nya. Artinya, debu-debu daripada gunung tersebut itu sedang dideteksi apakah sudah sampai ke bandara," katanya.

Agustinus mengatakan jika abu vulkanik yang terdeteksi cukup tebal, akan ada tindakan lebih lanjut terhadap operasional bandara. Namun, keputusan tersebut tidak dilakukan secara serta-merta karena terdapat prosedur yang harus dilalui.

"Nah kalau memang cukup tebal, nah biasanya itu nanti akan ada tindakan lebih lanjut apakah nanti bandaranya itu ditutup atau tidak," jelasnya.

Menurutnya, apabila kondisi erupsi berdampak terhadap penerbangan, AirNav akan menerbitkan NOTAM (Notice to Airmen) sebagai pemberitahuan resmi terkait kondisi operasional penerbangan.

"Kalau sampai pun ini ya kita nunggu NOTAM (Notice to Airmen) juga untuk penutupan bandara, kan enggak mungkin serta merta bandara bisa tutup sendiri, enggak bisa," ujarnya.