NADIKABAR.COM — Meta mengirimkan notifikasi kepada sekitar 1.500 orang--sebagian besar merupakan karyawannya di Amerika Serikat--setelah kelompok hacker berhasil membobol sejumlah repositori GitHub milik Meta.
Insiden peretasan ini pertama kali terdeteksi beberapa pekan lalu. Meta mengonfirmasi bahwa kelompok peretas luar memperoleh akses ke repositori kode tersebut memanfaatkan kredensial login milik salah satu karyawan yang telah dicuri sebelumnya.
Tim keamanan Meta segera mencabut akses peretas, menggandeng pihak GitHub serta penegak hukum, dan mulai mengirimkan notifikasi resmi kepada para individu yang terdampak sejak Selasa lalu.
Dalam keterangannya kepada SecurityWeek, Meta mengungkapkan proporsi data yang berhasil digondol peretas:
Meta belum merinci jenis data pribadi apa saja yang terlibat. Namun, perusahaan menyebutkan bahwa porsi signifikan dari "data pribadi" tersebut sebenarnya merupakan data sintetis atau data uji coba yang dianonimkan. Kondisi ini dinilai akan menyulitkan peretas untuk membedakan antara rekam data asli dan data pengujian.
Hasil investigasi awal bersama GitHub menunjukkan bahwa peretas tampaknya tidak menyasar data pribadi tertentu secara spesifik. Sebagai langkah penanganan, Meta memfasilitasi individu yang terdampak dengan layanan pemantauan kredit dan pemantauan dark web.
Juru bicara Meta menegaskan bahwa insiden ini murni akibat pencurian identitas akses karyawan, bukan disebabkan celah keamanan pada sistem utama Meta.
"Ini bukan celah keamanan pada produk Meta mana pun, dan sistem internal Meta tidak mengalami peretasan. Data bisnis Meta yang tersimpan di repositori GitHub diakses secara tidak sah menggunakan kredensial karyawan yang dicuri--ini mencakup sejumlah kecil data pribadi milik segelintir orang, yang sebagian besar adalah karyawan Meta," jelas juru bicara Meta.
Sebagai tindakan pencegahan pasca-insiden, Meta telah melakukan rotasi kunci rahasia yang ditemukan di repositori terdampak, sekaligus memperketat keamanan produk untuk meminimalkan risiko akibat tereksposnya kode bisnis perusahaan.
Selain itu, Meta menambahkan lapisan pertahanan kedua berupa kontrol pemindaian proaktif. Sistem ini dirancang untuk mengendus dan memblokir pengunggahan data pribadi pengguna secara otomatis jika ada karyawan yang tidak sengaja mengunggahnya ke platform GitHub di masa mendatang, demikian dikutip NadiKabar dari Securityweek, Kamis (15/10/2026).