NADIKABAR.COM — Pembobolan yang terjadi pada bursa kripto terbesar di dunia, Binance diduga dilakukan oleh peretas dari Korea Utara. Dugaan ini didapat berdasarkan pelacakan yang dilakukan perusahaan.

Hasil investigasi juga menunjukkan, peretasan berawal dari laptop seorang teknisi perangkat lunak perusahaan yang disusupi hingga peretas dapat mengakses penarikan dana. Peristiwa ini diduga menjadi pencurian kripto terbesar yang pernah terjadi.

"Peretasan terjadi melalui laptop seorang insinyur, yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses ke kontainer layanan dan mengajukan transaksi penarikan yang tidak sah," ungkap Binance, Sabtu (31/10/2026).