Dalam salah satu modusnya, korban diperdaya untuk mengunduh perangkat lunak berbahaya saat mengikuti wawancara kerja palsu. Cara ini membuka akses peretas terhadap informasi login dan data sensitif lainnya.
Direktur Senior Riset Ancaman Sophos Rafe Pilling mengatakan laporan awal mengenai pembobolan Binance menunjukkan pola yang sesuai dengan taktik kelompok Korut.
Ia menilai keahlian kelompok tersebut terletak pada kemampuannya memahami bagaimana sistem dan pegawai perusahaan memproses persetujuan transfer uang.
Binance menyatakan pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membekukan sebagian aset kripto yang dicuri. Sejauh ini, aset senilai sekitar US$3 miliar telah ditemukan keberadaannya, tetapi belum berarti seluruhnya berhasil dibekukan atau dikembalikan.
Pencurian dari Binance menambah panjang daftar aksi yang dikaitkan dengan peretas Korut.
Dalam laporan Desember 2025, Chainalysis menyebut Korut telah mencuri sedikitnya US$6,75 miliar dalam bentuk aset kripto hingga akhir tahun tersebut. Angka itu mencakup pembobolan bursa Bybit senilai US$1,5 miliar pada Februari 2025.
Menurut para pakar, kelompok tersebut juga mencuri US$387 juta dari bursa Bitget pada September. Barnhart memperkirakan total minimum aset kripto yang dicuri Korut kini mencapai sekitar US$13,5 miliar.