Dana hasil pencurian itu disebut tidak berhenti pada keuntungan finansial. Para pakar dan pejabat AS mengaitkannya dengan pendanaan program persenjataan Korut.

Barnhart mengatakan peretas menyerahkan dana curian kepada kelompok pencucian uang dari jaringan kejahatan terorganisasi China.

Selain peretasan, FBI dalam pengumuman pada 13 Oktober menyebut warga Korut diam-diam bekerja di perusahaan teknologi dan keuangan di AS maupun negara lain. Mereka disebut mengirim penghasilan kepada pemerintah Korut sekaligus mencuri data sensitif.

Menurut FBI, pendapatan dari pekerja tersebut dan aktivitas peretasan membantu mendanai program nuklir serta militer Korut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut kejahatan siber Korut sebagai persoalan global. Negara itu dinilai semakin mengandalkan kejahatan siber untuk menghindari sanksi internasional dan membiayai program senjatanya.

Barnhart turut mengaitkan aliran dana tersebut dengan pengembangan drone serta dukungan Korut terhadap perang Rusia.