Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip Prof. Dr.rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. mengapresiasi BTN Housingpreneur sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan dan mengembangkan kompetensi di luar perkuliahan.

Menurut Heru, kemampuan bersaing saat ini semakin ditentukan oleh penguasaan pengetahuan, teknologi, serta kemampuan menghasilkan inovasi. Karena itu, generasi muda perlu mengembangkan kompetensi lintas disiplin untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks, termasuk di sektor perumahan.

“Kompetisi itu sudah berubah dari resource-based menjadi knowledge and technology-based atau innovation. Jadi, siapa yang mempunyai inovasi, siapa kemudian yang mempunyai knowledge, itu yang akan memenangkan satu pertandingan atau kompetisi,” ujar Heru.

Heru menilai inovasi perumahan juga perlu melampaui bangunan fisik. Selain keterjangkauan dan efisiensi energi, pengembangan rumah dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, termasuk melalui teknologi dan pengelolaan sumber daya yang lebih baik.

Dalam sesi Inspiration Talk, BTN menghadirkan Guru Besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip Prof. Dr. Sunarti, S.T., M.T., Vice Chancellor MarkPlus Institute Dr. Jacky Mussry, Founder SPOA Architecture & Smiljan Space Rahmat Indrani, serta Direktur PT Andalusia Intra Teknologi (GridSolr) Hamdan Wahyudi, peraih Juara 3 BTN Housingpreneur 2025.

Sunarti menjelaskan, kelayakan hunian tidak cukup dinilai dari kualitas fisik rumah, tetapi harus mempertimbangkan keseluruhan kawasan permukiman, mulai dari kebutuhan penghuni, lingkungan sosial, kondisi alam, hingga jaringan infrastruktur dan aksesibilitas.

“Layak itu kita tidak hanya layak melihat dari single building-nya, tapi layak harus dalam satu kawasan,” ujar Sunarti.