Menurutnya, kebutuhan hunian juga berbeda mengikuti karakter wilayah dan kemampuan masyarakat. Berdasarkan riset yang dipaparkannya, hunian vertikal dan berukuran lebih kecil cenderung menjadi pilihan di pusat kota, sedangkan rumah tapak masih diminati di wilayah pinggiran. Perbedaan tersebut perlu menjadi perhatian dalam mengembangkan inovasi perumahan, termasuk bagi generasi muda.

Diskusi BTN Housingpreneur Semarang turut membahas desain rumah yang efisien dan fungsional, perubahan kebutuhan konsumen, teknologi smart home, serta pemanfaatan material dan energi yang lebih efisien. Melalui program ini, BTN mendorong lahirnya gagasan yang tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 Masih Dibuka

BTN Housingpreneur Batch 3 membuka kesempatan bagi mahasiswa, masyarakat umum, developer, dan pelaku usaha melalui dua kelompok kompetisi. Kelompok Business Ideation mencakup kategori Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation, sedangkan Established Business meliputi Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.

Pendaftaran berlangsung sejak 28 September hingga 30 November 2026, dilanjutkan dengan tahapan Initial Screening, Business & Idea Evaluation, dan Live Pitching menuju seleksi finalis. Rangkaian program akan berlanjut hingga awal 2027 dan berpuncak pada BTN Expo.

Melalui BTN Housingpreneur Batch 3, BTN berharap Jawa Tengah dan DIY tidak hanya menjadi pasar pertumbuhan perumahan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hunian sekaligus membuka peluang bisnis baru di sektor perumahan.

Informasi dan pendaftaran lomba BTN Housingpreneur batch 3 dapat diakses melalui www.btnhousingpreneur.com.