NADIKABAR.COM — Live TikTok saat ini tidak hanya digunakan untuk mengobrol dan berinteraksi dengan penonton. Fitur ini juga banyak digunakan menjadi salah satu cara kreator dan penjual menawarkan berbagai produk. Namun, ada sejumlah ucapan yang sebaiknya dihindari karena dapat membuat siaran langsung dianggap melanggar kebijakan atau berisiko mendapatkan pembatasan.
Terlebih jika live digunakan untuk berjualan, cara menyampaikan informasi menjadi sama pentingnya dengan produk yang ditawarkan. TikTok memiliki sejumlah kebijakan terkait konten komersial, klaim produk, perilaku menyesatkan, hingga barang dan layanan yang diatur secara khusus.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya tidak diucapkan saat melakukan live TikTok.
1. Mengajak penonton pindah ke platform lain
Salah satu hal yang banyak dihindari dalam live jualan adalah mengarahkan penonton untuk melakukan transaksi atau melanjutkan komunikasi di platform lain.
Misalnya, menyebut, "Nanti chat saya di WhatsApp", "Cari toko kami di Shopee", atau "Order lewat Instagram saja."
Nama platform seperti Instagram, WhatsApp, Shopee, Tokopedia, Lazada, atau Facebook sendiri bukan berarti otomatis menjadi kata terlarang dalam setiap percakapan di TikTok. Namun, ajakan untuk memindahkan transaksi atau interaksi ke layanan lain dapat menjadi berisiko, terutama jika digunakan untuk menghindari sistem atau mekanisme yang berlaku di TikTok.
TikTok sendiri mengingatkan pengguna agar berhati-hati terhadap pihak yang mendesak mereka memindahkan percakapan ke layanan lain karena pola tersebut dapat digunakan dalam penipuan.
Karena itu, jika sedang live untuk berjualan, lebih aman mengarahkan penonton menggunakan fitur dan jalur transaksi yang tersedia di TikTok sesuai ketentuan.
2. Terlalu terang-terangan meminta penonton menekan tombol ikuti
Kata "follow", "ikuti", atau "mengikuti" dalam percakapan biasa tentu tidak otomatis membuat sebuah live melanggar aturan.
Namun, kreator perlu berhati-hati dengan pola ajakan yang berlebihan atau manipulatif, terutama jika bertujuan mendapatkan engagement secara tidak autentik.
Daripada berulang kali mengatakan, "Follow sekarang!" atau membuat penonton merasa harus mengikuti akun untuk mendapatkan sesuatu, kreator dapat berfokus pada isi siaran dan membiarkan penonton memutuskan sendiri.
TikTok memiliki aturan terhadap perilaku yang menyesatkan serta layanan yang secara artifisial meningkatkan jumlah pengikut atau engagement.
3. Menjatuhkan atau membandingkan merek pesaing secara tidak adil
Menyebut merek lain juga perlu dilakukan dengan hati-hati.
Misalnya, kalimat seperti "Produk merek X jelek, yang bagus cuma produk kami" atau "Jangan beli merek itu karena pasti palsu" sebaiknya dihindari jika tidak memiliki dasar yang jelas.
Selain berpotensi menyesatkan penonton, perbandingan yang tidak didukung bukti dapat membuat informasi dalam live menjadi tidak objektif.
Jika perlu membandingkan produk, gunakan informasi yang dapat diverifikasi, seperti spesifikasi, ukuran, bahan, fitur, atau harga yang memang berlaku. Hindari membuat tuduhan terhadap kompetitor hanya untuk membuat produk sendiri terlihat lebih unggul.
4. Menggunakan klaim berlebihan tentang manfaat produk
Ini menjadi salah satu bagian yang penting, terutama bagi penjual produk kecantikan, kesehatan, makanan, dan suplemen.
TikTok secara khusus melarang konten promosi yang menyesatkan atau menggunakan klaim yang berlebihan dan tidak dapat dibuktikan.
Karena itu, jangan menjanjikan hasil instan jika tidak memiliki bukti yang valid. Informasi mengenai produk sebaiknya disampaikan berdasarkan fungsi, kandungan, cara penggunaan, dan klaim yang memang diperbolehkan.
5. Mengucapkan klaim medis secara sembarangan
Produk kesehatan memerlukan perhatian lebih. Hindari mengubah produk biasa menjadi seolah-olah obat yang mampu menyembuhkan penyakit tertentu.
Contohnya, jangan mengatakan, "Ini bisa menyembuhkan diabetes," "Ini obat darah tinggi," atau "Pakai ini pasti menyembuhkan penyakit."
Jika produk memang memiliki fungsi tertentu, gunakan bahasa yang lebih tepat dan tidak memberikan janji kesembuhan.
Untuk produk yang berkaitan dengan stamina, misalnya, lebih aman menggunakan istilah seperti "membantu menjaga stamina" jika memang sesuai dengan klaim resmi produk, daripada memberikan janji efek instan atau klaim seksual secara vulgar.
TikTok juga menerapkan kebijakan khusus terhadap barang dan layanan yang diatur serta konten yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna.
6. Menggunakan kata "memutihkan" secara sembarangan
Klaim kecantikan juga perlu diperhatikan. Kata seperti "memutihkan" sebaiknya tidak digunakan secara sembarangan untuk menjanjikan perubahan warna kulit secara instan atau hasil yang tidak realistis.
Daripada mengatakan, "Krim ini pasti memutihkan wajah dalam tiga hari", lebih baik menjelaskan manfaat produk berdasarkan informasi yang memang diberikan produsen.
Misalnya, produk dapat dijelaskan sebagai perawatan untuk membantu menjaga kelembapan kulit atau membuat kulit terlihat lebih cerah jika klaim tersebut memang sesuai dengan informasi resmi produk.
Intinya, hindari janji hasil yang terlalu pasti, apalagi jika tidak memiliki bukti yang mendukung.
7. Menggunakan kata-kata yang menjurus ke penipuan
Jangan menggunakan kalimat yang membuat penonton panik atau merasa harus segera melakukan sesuatu padahal informasinya tidak benar.
Contohnya, "Kalau tidak beli sekarang, akun kalian akan hilang" atau "Transfer sekarang karena ini kesempatan terakhir", padahal tidak ada kondisi seperti itu.
TikTok melarang konten yang mempromosikan atau memfasilitasi penipuan, fraud, maupun skema yang menyesatkan.
Jika memang ada promo dengan waktu terbatas, sampaikan sesuai kondisi sebenarnya. Jangan membuat batas waktu palsu hanya untuk mendorong penonton membeli.
8. Jangan menjanjikan hadiah atau hasil yang tidak benar
Kreator juga perlu berhati-hati ketika mengadakan giveaway atau memberikan bonus.
Jangan mengatakan, "Semua yang masuk live pasti dapat hadiah" jika kenyataannya hanya beberapa orang yang mendapatkannya.
Begitu juga dengan klaim seperti "Pasti dapat komisi" atau "Pasti menghasilkan uang" jika kondisi tersebut tidak benar-benar bisa dijamin.
Informasi yang transparan akan membuat penonton memahami apa yang sebenarnya mereka dapatkan tanpa merasa ditipu.
9. Hindari bahasa vulgar, seksual, atau menyerang orang lain
Live juga sebaiknya tidak diisi dengan ucapan yang terlalu vulgar, seksual, menghina, atau menyerang penonton maupun pihak tertentu.
Candaan memang bisa membuat live terasa lebih santai, tetapi tetap perlu melihat konteks dan audiens. TikTok memiliki aturan terkait keselamatan, pelecehan, konten seksual, serta perilaku yang dapat merugikan pengguna.
10. Jangan menyebut informasi pribadi penonton
Hal lain yang sering luput adalah informasi pribadi.
Hindari membacakan nomor telepon, alamat lengkap, data pembayaran, atau informasi sensitif milik penonton di depan publik meskipun informasi tersebut muncul dalam percakapan.
Jika ada masalah pesanan atau transaksi, sebaiknya gunakan jalur bantuan yang sesuai dan jangan meminta penonton membagikan data sensitif secara terbuka di kolom komentar.
Cara aman berbicara saat live TikTok
Pada dasarnya, kreator tidak perlu takut berbicara ketika melakukan live. Kuncinya adalah menyampaikan informasi secara jujur, tidak berlebihan, dan tidak mencoba mengakali sistem platform.
Untuk live jualan, gunakan informasi produk yang dapat diverifikasi, hindari klaim kesehatan atau kecantikan yang berlebihan, jangan membuat perbandingan palsu dengan kompetitor, dan manfaatkan fitur transaksi yang memang disediakan TikTok.
Jika live tersebut merupakan promosi berbayar atau mempromosikan sebuah jenama, kreator juga perlu memperhatikan pengaturan Pengungkapan Konten Komersial. TikTok menyebutkan bahwa konten yang mempromosikan brand, produk, atau layanan perlu mengaktifkan pengungkapan konten komersial sesuai ketentuan. Pengaturan tersebut juga tersedia dalam pengaturan live.
Dengan begitu, live tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga lebih aman dan transparan bagi penonton maupun kreator.