Kawasan bersejarah atau cagar budaya itu, juga dapat berupa kawasan yang dalam perkembangannya itu memiliki ciri khas karena mewakili etnis tertentu dengan budayanya sendiri.
βKawasan tersebut sebenarnya warisan sejarah dan juga warisan arsitektur yang memang harus kita pertahankan. Namun, sering kali karakternya, baik karakter sejarahnya maupun arsitekturnya, budayanya itu harus dikompromikan dengan pembangunan baru yang sering kali tidak simpatik, padahal kawasan tersebut itu punya nilai penting,β kata Nadia.
Nadia mengatakan nilai penting kawasan cagar budaya itu mencakup nilai yang membedakan satu kawasan dengan tempat lain. Ia mencontohkan di Jakarta, misalnya kawasan Kebayoran Baru memiliki karakter dan latar belakang sejarah yang berbeda dari kawasan Cipete.
Nilai penting lainnya kawasan cagar budaya itu, lanjut Nadia, seperti kawasan-kawasan bersejarah tersebut itu sebenarnya membentuk karakter dan identitas kota, serta mengandung lapisan-lapisan sejarah perkembangan kota.
Nadia mengatakan dalam hal tersebut pendekatan infill design itu harus bisa mempertahankan nilai penting dan harus memiliki konteks atau selaras dengan karakter dari kawasan tersebut.