Menurut dia, desain yang baik pada sebuah kawasan yang dilindungi, yakni harus bisa menghormati, tetapi bukan berarti meniru, serta harus kompatibel dan tidak mengurangi nilai penting dari kawasan tersebut.

β€œArsitektur kontemporer dan desain inovatif adalah bagian penting dari pendekatan kontekstual pada kawasan cagar budaya karena menambah keragaman dan lapisan gaya arsitektur yang ada dari waktu ke waktu,” ujar Nadia.

Nadia juga menambahkan terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan arsitek ketika merancang bangunan baru di kawasan cagar budaya, meliputi garis sempadan bangunan bagian depan dan samping, orientasi, skala, proporsi, irama, bentuk massa, ketinggian, material, warna, bentuk atap, detail dan ornamen, dominasi visual, serta gaya dan ekspresi arsitektur.

Dalam memastikan pembangunan baru konsisten dengan prinsip, proses, dan praktik pelestarian sesuai dengan beberapa peraturan, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.