NADIKABAR.COM — Pasar emas tengah bergejolak ditandai dengan harga emas spot ditutup di level US$ 4.184,8 per troy ons pada Selasa (29/9), naik 1,7% dari hari sebelumnya. Kenaikan itu terjadi setelah harga emas terpangkas 4,13% dalam sepekan dan 5,79% dalam sebulan.
CEO PT Invetra Teknologi Berjangka (Invetra) Jufri Ramadhan Sinurat, menilai kondisi ini menunjukkan pentingnya literasi keuangan sebelum seseorang mulai bertransaksi.
"Saat harga bergerak beberapa persen dalam hitungan hari, trader yang tidak paham risikonya paling mudah mengalami kerugian. Karena itu, Invetra mendukung edukasi yang mengajarkan cara membaca pasar, menetapkan batas kerugian, dan menyusun strategi sebelum bertransaksi." kata Jufri dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Pendiri Entry Exit, Indrawijaya Rangkuti memaparkan outlook pasar emas, membedah arah pergerakan emas dalam jangka pendek dan jangka panjang, serta menekankan pentingnya membedakan keduanya. Menurutnya, fluktuasi harian tidak selalu mencerminkan tren besar, sehingga trader perlu menyesuaikan strategi dengan jangka waktu transaksi yang dipilih.
Sementara itu, Dato' Nazri Khan, juara World Cup Trading Championship (Robbins Cup) 2024 yang memenangi empat kuartal berturut-turut memaparkan scalping, yaitu teknik trading jangka sangat pendek, dengan emas sebagai instrumen utama. Ia menjelaskan konsep fast in fast out (FIFO), posisi dibuka dan ditutup dalam waktu singkat.
Menurutnya, pendekatan ini hanya bisa dijalankan dengan disiplin, karena keputusan harus diambil cepat tanpa terbawa emosi. Ia juga menyoroti faktor waktu. Tidak semua jam perdagangan cocok untuk scalping, sehingga trader perlu mengenali periode ketika pasar paling aktif dan menentukan titik masuk serta keluar sebelum membuka posisi.
Kemudian, footprint chart, alat analisis yang memperlihatkan volume transaksi pembeli dan penjual di setiap level harga. Nazri Khan menjelaskan cara membaca delta, yaitu selisih antara volume beli dan jual agresif. Delta positif menunjukkan dominasi pembeli, sedangkan delta negatif menunjukkan dominasi penjual.
Ia juga membahas point of control (POC), level harga dengan volume transaksi tertinggi, yang kerap berfungsi sebagai area support dan resistance. Dengan membaca data ini, trader dapat memahami kekuatan yang sebenarnya menggerakkan harga, bukan sekadar melihat arah grafik. Presiden Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI), Gideon M. Lapian, menyampaikan pidato kunci tentang analisis teknikal sebagai dasar pengambilan keputusan.
Jufri mengingatkan maraknya penawaran trading ilegal. Sepanjang 2024, Bappebti memblokir 1.046 domain situs entitas ilegal di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).
"Langkah pertama sebelum membuka akun di mana pun, termasuk di Invetra, adalah memeriksa izin pialang melalui situs resmi Bappebti. Setelah itu, pahami bahwa transaksi derivatif berisiko tinggi, dan hanya gunakan dana yang siap Anda tanggung risikonya." pungkas Jufri.