Dalam empat bulan terakhir, pembangunan PSEL mulai diresmikan di empat calon lokasi, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya 1, dan Legok Nangka Bandung.
Pemerintah menargetkan sedikitnya 21 fasilitas PSEL terbangun hingga akhir 2028 atau 2029. Percepatan proyek ini didukung Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menyederhanakan prosedur dan memperkuat koordinasi antara kementerian dan pemerintah daerah.
Selain itu, Indonesia juga telah memiliki Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai fondasi tata kelola pasar karbon nasional yang tertib dan transparan.
Berbagai capaian tersebut menjadi landasan untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah gejolak global.
Zulhas menegaskan, keberhasilan kebijakan pangan tidak cukup diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan orang-orang yang bekerja di sektor tersebut.
Ia optimistis, kolaborasi akan memperkuat fondasi yang dibangun sehingga Indonesia jadi lebih tangguh menghadapi perubahan dan gejolak pangan dunia.
"Kita ingin pangan Indonesia semakin berdaulat dan masyarakat yang bekerja di sektor pangan semakin sejahtera. Kerja keras ini harus terus dilanjutkan dengan kebijakan yang berpihak kepada petani, nelayan, dan masyarakat desa," pungkas Zulhas.