Trump juga menyatakan dirinya belum mengumumkan keputusan final terkait kebijakan tersebut, Sabtu (17/10). Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan para pejabat pemerintah membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi situasi.
Sementara itu, produksi minyak mentah Rusia meningkat 65 ribu barel per hari pada September menjadi 8,43 juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional (IEA) pekan lalu. Meski demikian, produksi tersebut masih sekitar 870 ribu barel per hari di bawah tingkat produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Analis utama KCM Trade Tim Waterer mengatakan pelaku pasar tampaknya lebih berfokus pada risiko kerusakan infrastruktur energi di kawasan Teluk dibandingkan potensi tambahan pasokan diesel dari Rusia.
"Meski prospek tambahan pasokan diesel dari Rusia secara teori menawarkan sedikit kelegaan, para pedagang tampaknya jauh lebih berfokus pada risiko berlanjutnya kerusakan infrastruktur energi di kawasan Teluk," kata Waterer, dikutip dari Reuters.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran pada Senin (19/10) mengklaim melancarkan sejumlah serangan terhadap target energi, bandara, dan militer di Arab Saudi.