Untuk diketahui, pada Rabu (19/8) malam Trump kembali mengancam Iran dengan 'perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya'. Ia memperingatkan konsekuensi bagi negara mana pun yang memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran.

Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah juga meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan. Menunjukkan hubungan yang memburuk tim redaksi salah satu produsen minyak utama negara-negara Teluk dengan Iran.

Lalu lintas pengiriman energi melalui Selat Hormuz pada Rabu (19/8) juga belum mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya dengan sembilan kapal yang melintasi jalur air tersebut. Angka ini jauh di bawah tingkat sebelum perang, mencerminkan melemahnya pasokan minyak global dari Timur Tengah.