Pada Senin malam, mediator Qatar bertolak ke Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi terkait kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran.

Analis Raymond James Pavel Molchanov mengatakan tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran mendorong penurunan harga minyak. Namun, ia mengingatkan pasar untuk tetap skeptis mengingat sejumlah harapan perdamaian sebelumnya tidak membuahkan hasil dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan pasar minyak masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.

"Pasar minyak masih bereaksi dengan sangat sensitif terhadap setiap berita dari Timur Tengah," kata Staunovo.

Menurutnya, kekhawatiran terhadap eskalasi konflik mendorong kenaikan harga minyak pada pekan lalu. Namun, harga berbalik turun tajam pada awal pekan ini seiring berlanjutnya pembicaraan diplomatik antara AS dan Iran.

Pembicaraan tersebut berlangsung setelah meningkatnya serangan terhadap kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, terdapat tanda-tanda peningkatan pengiriman minyak dari sejumlah negara eksportir utama.