Senada, untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, S&P Global Energy memperkirakan produksi minyak Timur Tengah tidak kembali ke tingkat sebelum perang pada akhir tahun depan. Kini perusahaan tersebut tidak lagi berasumsi bahwa perang akan berakhir secara pasti atau situasi di Selat Hormuz akan kembali normal pada akhir 2027.

"S&P kini memperkirakan harga minyak akan tetap tinggi, di kisaran US$ 80 hingga US$ 100 per barel hingga tahun depan," tulis NadiKabar.